Jumat, 07 Oktober 2016

Aman, Nyaman, Senang dan Tenang di Miracle Room

Mengadakan Pertemuan di Miracle Room ...

 Aman, Nyaman, Senang dan Tenang...


Lokasi yang strategis...
Serasa Luas di dalam ruangan....
Soundsystem standart yang memuaskan...
Menu "MEAL" dan Coffeebreak " baku maso"....








Jumat, 08 Juli 2016

Menjual Lewat Telepon

Kiat Menjual Lewat Telepon

Penjualan boleh meroket. Laba bisa saja tambah terus. Tapi citra perusahaan dan kelak laba maupun penjualan — bisa kandas bila lupa pada hal yang kecil: cara menerima telepon yang ramah.
Menerima telepon bukanlah hal sepele seperti yang lazim dibayangkan. Apalagi bagi perusahaan yang sehari-harinya berhubungan dengan relasi bisnis melalui pesawat telepon ini. (Jika Anda ingin mendapatkan slide powerpoint presentasi yang bagus tentang manajemen pemasaran,
Bisa saja, bila penerimaan telepon oleh sekretaris atau operator buruk, transaksi yang telah diupayakan susah-susah menjadi batal. Apalagi kalau penelepon baru pertama kali menelepon ke perusahaan, langsung saja ia akan mendapat kesan yang negatif. Bisa-bisa ini lantas memadamkan minatnya untuk berbisnis dengan perusahaan yang layanan teleponnya buruk tadi.
Dana besar yang telah diluangkan perusahaan untuk membangun dan meningkatkan citranya melalui aktivitas promosi, iklan, kehumasan, dan sejenisnya bisa saja berkurang atau hilang maknanya jika cara menerima telepon tetap brengsek.
Brengsek Atau Tugas Pelayanan telepon yang baik pada dasarnya hanya menuntut akal sehat saja dari resepsionis, operator, atau sekretaris. Toh semua tahu bahwa tiap penelepon ingin diperlakukan secara wajar dan sopan, tidak bertele-tele. Ia, penelepon, akan geram bila terpaksa harus menunggu lama-lama untuk dihubungkan ke lawan bicara yang dituju. Apalagi setelah menunggu seperempat jam lebih (ditemani oleh rekaman musik dalam telepon, kalau ada) jawaban yang diperolehnya hanyalah: “Wah, coba telepon lagi deh besok”, atau, “Bapak tidak bisa diganggu. Nanti saja sesudah makan siang coba lagi.”
Penelepon juga kerap akan tersinggung bila ditanyai identitasnya oleh penerima telepon lalu, setelah interval waktu, diberitahu bahwa orang yang dicarinya tidak ada di tempat. Wajar bila penilpon merasa ada kesengajaan untuk menghindari pembicaraan dengannya.
Memang adakalanya resepsionis atau sekretaris ditugaskan oleh bosnya untuk menyaring telepon yang masuk. Ada orang-orang tertentu yang hendak dihindarinya. Dalam keadaan se¬perti ini sang bos harus bisa mengarahkan sekretaris atau resepsionis tersebut agar mampu memberi jawaban yang tepat. Tepat dalam artian memenuhi kebutuhan bos untuk tidak bicara dengan pihak tertentu tanpa menyinggung perasaan orang yang dihindari itu.
Untuk itu, pertanyaan netral seperti ini akan efektif: “Bapak Anwar? Tadi keluar, Pak. Tapi coba saya cek apakah sudah kembali ke ruangannya. Dari bapak siapa ini?” Pembicaraan bisa berlangsung bila atasan Bapak Anwar menghendakinya. Kalau ia tidak ingin bicara dengan penelepon, sekretaris atau resepsionis cukup menyampaikan pesan: “Ternyata Bapak Anwar belum kembali ke ruangan. Ada pesan?” Dengan cara “diplomatis” seperti itu penelepon tak akan merasa kesal sehingga hubungan tetap terjaga.

Berikut ini beberapa patokan dalam memanage komunikasi perusahaan via telepon agar citra tetap positif dan usaha pun lancar.
1). Telepon yang masuk harus segera diangkat. Bunyi dering lebih dari 6 kali pertanda 
     pelayanan kurang sigap.
2). Langsung sebut nama lembaga, misalnya: “Halo, PT Cahaya,dapat kami bantu?” 
     Penelepon akan langsung tahu bahwa ia telah menghubungi nomor yang tepat.
3). Bila ada kemungkinan penelepon harus menunggu agak lama karena orang yang 
     ditujunya sedang bicara dengan pihak lain, maka tanyakan apakah ia mau menunggu 
     atau menelepon saja sepuluh menit lagi.
4). Jawab penelepon dengan menggunakan namanya. “Sebentar ya Pak Broto, kami cek 
     dulu ke kantor Mr. Smith”, akan terdengar ramah dan penuh perhatian.
5). Utamakan keramahan. Kesan ramah bagi aneka macam pesan bisa disampaikan 
     dengan suara yang lembut. Jangan segan-segan menggu-nakan kata ‘mohon’ dan 
     ‘terima kasih’ dengan nada yang sungguh.
6). Batasi informasi. Berilah jawaban kepada penelepon secara ramah dan penuh 
     perhatian, tapi jangan berikan informasi yang pribadi sifatnya. Misalnya: “Oh, Tuan 
     Ahmad sedang cuti. Beliau sedang liburan di Bali.”

Dengan demikian semakin nyata bahwa dalam urusan telepon-menelepon, yang penting tidak saja informasi yang disampaikan tetapi juga cara mengungkapkan. Bila arus komunikasi telepon dikelola secara baik, maka tidak saja citra yang meningkat tetapi bisnis pun (dan tingkat laba, tentunya) bisa ikut naik.

(T-Sel 082189301218) Miracle Hotel ...Banyak Promo menarik

Strategi Penjualan untuk Miracle Hotel
Periode : Mei, Juni & Juli 2016
Tinjauan
Bulan Mei Juni dan juli 2016 adalah bulan yang tidak menarik bagi Miracle Hotel
Bulan yang lambat untuk pemasukan
Di bulan Mei 2016 banyak cari grup dan ruang pertemuan
dibulan juni juli, dikarenakan bulan puasa dan liburan, okupansi menurun
Tujuan :
1.       Untuk menaikan Okupansi
Strategi yang di pakai adalah
1. Cari untuk kegiatan di ruang pertemuan. Karena bila ruang pertemuan dijual
    maka ada pemasukan lebih dan juga bisa mendapatkan pertambahan untuk    
    okupansi
2. Menjual ke pada tour-tour lokal
3. Mengencangkan promo via : email, sosmed, telpon & sms
4. Bermain dalam harga : discount,  paket spesial,  paket 1 harga, dan paket     
    harga plus- Plus,
5. Promo di OTA

(T-Sel 082189301218)  Miracle Hotel manado
Lebaran Paket201667juli.png


promohotel.jpg

(T-Sel 082189301218) Miracle Hotel ...Banyak Promo menarik

Strategi Penjualan untuk Miracle Hotel
Periode : Mei, Juni & Juli 2016
Tinjauan
Bulan Mei Juni dan juli 2016 adalah bulan yang tidak menarik bagi Miracle Hotel
Bulan yang lambat untuk pemasukan
Di bulan Mei 2016 banyak cari grup dan ruang pertemuan
dibulan juni juli, dikarenakan bulan puasa dan liburan, okupansi menurun
Tujuan :
1.       Untuk menaikan Okupansi
Strategi yang di pakai adalah
1. Cari untuk kegiatan di ruang pertemuan. Karena bila ruang pertemuan dijual
    maka ada pemasukan lebih dan juga bisa mendapatkan pertambahan untuk    
    okupansi
2. Menjual ke pada tour-tour lokal
3. Mengencangkan promo via : email, sosmed, telpon & sms
4. Bermain dalam harga : discount,  paket spesial,  paket 1 harga, dan paket     
    harga plus- Plus, Promo di OTA

(T-Sel 082189301218)  Miracle Hotel manado
Lebaran Paket201667juli.png


promohotel.jpg

(T-Sel 082189301218) Miracle Hotel ...Banyak Promo menarik

Strategi Penjualan untuk Miracle Hotel
Periode : Mei, Juni & Juli 2016
Tinjauan
Bulan Mei Juni dan juli 2016 adalah bulan yang tidak menarik bagi Miracle Hotel
Bulan yang lambat untuk pemasukan
Di bulan Mei 2016 banyak cari grup dan ruang pertemuan
dibulan juni juli, dikarenakan bulan puasa dan liburan, okupansi menurun
Tujuan :
1.       Untuk menaikan Okupansi
Strategi yang di pakai adalah
1. Cari untuk kegiatan di ruang pertemuan. Karena bila ruang pertemuan dijual
    maka ada pemasukan lebih dan juga bisa mendapatkan pertambahan untuk    
    okupansi
2. Menjual ke pada tour-tour lokal
3. Mengencangkan promo via : email, sosmed, telpon & sms
4. Bermain dalam harga : discount,  paket spesial,  paket 1 harga, dan paket     
    harga plus- Plus, Promo di OTA

(T-Sel 082189301218)  Miracle Hotel manado
Lebaran Paket201667juli.png


promohotel.jpg